Masyarakat Diminta tak Gembala Hewan di TPA Cilokotok
pada Jan 31, 2017 | 14:26 WIB
Masyarakat Diminta tak Gembala Hewan di TPA Cilokotok
Ilustrasi sampah.(Antara)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM—Dalam menjaga kesehatan dan kebersihan pakan ternak masyarakat Kampung Cilokotok Desa Margasari Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta, Dinas Lingkungan Hidup mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak menggembala ternaknya di lahan TPA Cilokotok.

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Agus Sulistrianto menerangkan pihaknya mengkhawatirkan terkait kebersihan dan nutrisi ternak tersebut apabila kelak akan dikonsumsi masyarakat. "Sebenarnya mengembala ternak seperti sapi dan domba di lahan pembuangan sampah itu tidak boleh karena dari aspek kesehatannya tidak baik," terang Agus kepada AyoPurwakarta, Selasa (31/1/2017).

Agus mengungkapkan dari segi nutrisi pakan, ternak yang digembala di lahan pembuangan sampah akan diragukan nutrisi dan gizi yang terkandung pada daging ternak tersebut. Sebab pakan yang ditemukan dan dikomsumsi ternak itu merupakan kumpulan sampah yang berasal dari sampah organik maupun non-organik seperti yang banyak ditemukan di lahan pembuangan sampah pada umumnya.

"Memang kalau dilihat ternak yang berasal dari lahan TPA gemuk-gemuk. Tetapi hal itu tidak sehat dan kurang bagus untuk ternak. Sedangkan sampai saat ini masih banyak masyarakat  sekitar yang menghirukan dan tetap menggembala di lahan TPA," keluh Agus.

Sementara itu, dirinya mencontohkan di daerah Jawa Timur sudah dibuat semacam fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait larangan mengkonsumsi daging ternak yang berasal dan mengais pakan dari lahan TPA.

"Fatwa itu masuk akal, karena kita tidak tahu apakah pakan yang dikonsumsi ternak tersebut sayuran, plastik, atau apa, dan jadi diragukan pula kandungan gizinya. Sehingga bila diamati fatwa ini memberikan pengamanan bagi masyarakat terkait asal mula makanan yang baik dan layak untuk dikonsumsi."

Di sisi lain, pihaknya sebetulnya sudah memberikan sosialisasi pada masyarakat terkait larangan menggembala ternah di lahan TPA Cilokotok. Namun, masyarakat masih bersikukuh untuk menggembala ternak-ternaknya di daerah tersebut dengan alasan sebelum TPA tersebut dibuat masyarakat sekitar sudah terlebih dahulu menggembala ternaknya di lahan itu.

"Paling untuk memberikan sosialisiasi lebih lanjut dibutuhkan penanganan dari Dinas Peternakan atau dinas terkait lainnya. Sebab kalau kami hanya bisa sekadar melarang saja karena tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sosialisasi lebih jauh," tutupnya.(Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600