Mengenal Gempungan, Ciri Khas Budaya Istimewa Masyarakat Purwakarta
pada Feb 06, 2017 | 13:51 WIB
Mengenal Gempungan, Ciri Khas Budaya Istimewa Masyarakat Purwakarta
Tradisi Gempungan yang dilakukan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA–Di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, Kabupaten Purwakarta memliki beberapa terobosan budaya yang melekat dan menjadi ciri khas daerah tersebut.

Salah satunya budaya gempungan yang diusung dan menjadi ciri khas gaya kepemimpinan bupati yang telah menjabat hampir dua priode tersebut.

Penanggung jawab museum Bale Diorama Panyawangan Tatar Sunda Hendi mengungkapkan gempungan memang memiliki teknis layaknya musyawarah mufakat dengan membentuk rembukan masyarakat untuk saling membantu pihak yang membutuhkan.

“Teknis gempungan itu rakyat dikumpulkan di satu tempat kemudian di dengar apa keluhannya atau apa yang diinginkannya. Jadi sebuah kegiatan bersilaturahmi, menyapa rakyat dari satu desa ke desa yang lain. Berkumpul bersama untuk memecahkan satu masalah,” ungkapnya Hendi kepada AyoPurwakarta belum lama ini.

Dirinya menerangkan dalam acara gempungan tersebut para pejabat setempat juga diundang oleh bupati untuk mendengarkan dan memberi solusi dari permasalahan dan keluhan para warga setempat.

“Para pejabat pun di sini diundang, yang biasanya tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam acara gempungan tersebut ditunjukkan ini loh warga kamu misal ke kadesnya. Kenapa masih ada rakyat yang belum makan, kamu menyikapinya bagaimana, dan sebagainya,” terangnya.

Hendi pun menambahkan gempungan tersebut merupakan gaya kepemimpinan bupati, untuk memonitor keadaan masyarakat di lapangan. “Gempungan memang ciri khasnya Kang Dedi. Gempungan ini dilakukan di masing-masing daerah. Misalnya minggu ini dilakukan di Darangdan, lalu di Ciharalang, selanjutnya di Bojong, dan seterusnya," paparnya.(Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600