Mengenal Seniman Pembuat Wayang Golek Abah Djani
pada Sep 17, 2017 | 11:27 WIB
Mengenal Seniman Pembuat Wayang Golek Abah Djani
Abah Djani sedang membuat wayang golek. (Arditya Pramono/AyoPurwakarta)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Ketika melihat ke dalam Galeri Wayang yang terletak di komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Anda akan menyaksikan ratusan wayang yang kebanyakan didominasi oleh jenis wayang khas Sunda, Wayang Golek.

Di antara sejumlah wayang golek tersebut kebanyakan merupakan wayang golek khas Purwakarta dengan corak warna hitam dan putih yang kental. Menariknya, semua wayang golek tersebut ternyata asli 'made in Purwakarta'  bahkan bisa dikatakan 'made in Galeri Wayang Purwakarta.'  

Wayang golek yang tersusun rapi di Galeri Wayang Purwakarta lahir dari kepiawaian dan keterampilan seni raut lewat tangan serta jari-jemari seorang pria paruh baya dengan senyuman khasnya yang ramah bernama Abah Djani.

Sudah setahun ini,  pria berusia 55 tahun asal Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani, Kab. Purwakarta mencurahkan kreativitas dalam membuat maha karya wayang golek untuk koleksi Galeri Wayang Purwakarta. 

Ketika bertemu Abah Djani, pria yang memiliki tiga anak perempuan yang semuanya telah menikah ini menuturkan awal mula dirinya bisa menjadi seniman pembuat wayang golek. 

"Dari umur 18 tahun, Abah belajar membuat wayang golek. Abah belajar dari seorang seniman terkenal Jawa Barat bernama Dalang Ahim," kenangnya dengan bangga saat ditemui Ayopurwakarta.com langsung di tempat ia membuat wayang golek di Galeri Wayang Purwakarta beberapa waktu lalu. 

Abah Djani mengaku sudah menyukai wayang sejak kecil,  namun baru serius belajar membuat wayang golek sejak berusia 18 tahun. 

"Walaupun punya bakat tapi untuk bisa buat wayang golek pakai patokan yang baik, ya pasti penuh pengorbanan. Abah inget waktu baru-baru belajar, kayu yang diraut warnanya jadi merah gara-gara kena darah jari Abah yang ke sayat pisau," ungkapnya sambil tersenyum lebar.

Dengan bakat, kerja keras dan kesabaranya dalam belajar membuat wayang golek dari sang maestro Dalang Ahim, di usia ke-20 tahun Abah memperoleh sertifikat keahlian membuat wayang golek.

Sempat wara-wiri bekerja di pusat seni seperti Pasar Seni Ancol, Jakarta dan Taman Nusa Bali, Gianyar, Bali, Abah pun mantap memutuskan kembali ke Purwakarta sebagai seniman pembuat wayang golek Galeri Wayang Purwakarta. 
Abah Djani mengaku "bekerja" membuat wayang golek dari Selasa-Minggu sejak dari pukul 8 pagi hingga 4 sore di Galeri Wayang.

Secara khusus kepada Ayopurwakarta.com, Abah Djani kemudian menceritakan secara detail pembuatan wayang golek.

Menurut pengakuanya, yang pertama adalah meraut bagian kepala yang diambil dari kelotokan kayu Pule atau Albasiah dengan ukuran umumnya 1 jengkal 2 jari. 

"Waktu meraut bagian kepala kita harus sudah tahu karakter wayang apa yang akan dibuat. Bagian kepala yang terdiri dari muka (wanda) dan mahkota adalah bagian terpenting wayang. Karena yang membedakan wayang yang satu dengan lainya adalah bagian kepalanya termasuk mahkota," katanya. 

Setelah itu Abah Djani menjelaskan bagian kepala yang sudah diraut dan sudah membentuk wajah dan mahkota sempurna akan diampelas sampai halus. hal tersebut juga dilakuan pada seluruh bagian tubuh wayang. 

"Kalau sudah halus kemudian dicat pakai cat tembok untuk menutup pori-pori. Kalo sudah kering diamplas lagi dan ditutup pake cat minyak. Sudah mengilat baru bebas mau dikasih warna apa lagi sesuai karakternya," ungkapnya.

Sementara itu, Abah Djani mengatakan alat yang diperlukan untuk membuat wayang golek terdiri dari gergaji gelondongan, gergaji untuk membentuk, golok, pisau raut, ampelas, bor egol dan pensil.

"Semua pake alat manual nggak ada yang pakai mesin," ujarnya. 

Di sisi lain, pria yang lahir di Bogor 55 tahun yang lalu itu mengungkapkan untuk membuat sebuah wayang golek paling cepat bisa dikerjakan dalam waktu 3 hari dan paling lama bisa lebih dari 20 hari. 

"Ukuran biasa bisa tujuh hari contohnya yang ukuran Kresna. Yang model Cepot Gareng bisa  tiga hari. Kalau kaya Arimba bisa sampai 10 hari kadang-kadang malah lebih tergantung mood. Sementara untuk ukuran 1,5 meter bisa  sampai 20 hari," jelasnya. 

Di sisi lain Abah Djani tidak hanya membuat wayang golek untuk koleksi Galeri Wayang Purwakarta saja, namun ia juga menerima pesanan untuk pembuatan cendera mata tamu pemkab Purwakarta maupun orang umum. (Arditya Pramono) 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600