Tips Abah Djani Bagi Generasi Penerus untuk Lestarikan Wayang Golek
Oleh Arditya Pramono, pada Sep 23, 2017 | 14:57 WIB
Tips Abah Djani Bagi Generasi Penerus untuk Lestarikan Wayang Golek
Abah Djani/ (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Beberapa waktu lalu, ayopurwakarta.com sempat menemui seorang seniman Purwakarta ternama pembuat wayang golek bernama Abah Djani. Pria berusia 55 tahun ini kini lebih fokus menyalurkan kreatifitas dan kemahiranya membuat wayang golek di Galeri Wayang Golek Purwakarta. 

Dalam wawancara bersama ayopurwakarta.com, Abah Djani merasa khawatir dengan generasi muda yang kurang tertarik untuk menjadi seorang seniman pembuat wayang golek.
 
"Abah kan sudah tua. Harus ada regenerasi," ungkapnya. 
 
Pria tiga orang putri tersebut memang tidak menampik bahwa yang mampu bermetamorfosis menjadi seniman adalah orang "pilihan." Hanya orang yang mempunyai bakat dan berdedikasi tinggilah yang mampu menjadi seniman pembuat wayang golek," katanya.
 
Di sisi lain, menurut Abah Djani, usaha untuk menarik bakat-bakat muda agar tertarik dengan wayang golek menjadi penggerak utama dalam melahirkan generasi muda yang mau menjadi seniman pembuat wayang golek. 
 
"Yang pertama, dengan banyak membuat galeri wayang baik skala kecil maupun besar," ujarnya. 
 
Menurut Abah, khusus di Purwakarta sendiri hal tersebut sudah dilakukan contohnya dengan pendirian Galeri Wayang Purwakarta yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang. Dengan banyak bermunculanya galeri wayang di suatu daerah hal tersebut bagi Abah Djani, akan semakin memperbesar kecintaan generasi muda khususnya anak-anak SD atau SMP kepada wayang golek. 
 
"Kalau anak-anak ini sudah suka sama wayang golek, pasti timbul keinginan untuk belajar membuat wayang," katanya. 
 
Setelah mendirikan galeri wayang, Abah Djani menjelaskan harus adanya pelatihan atau workshop pembuatan wayang golek. Workshop tersebut dimaksudkan untuk mengarahkan generasi muda calon seniman "pakem-pakem" membuat wayang golek. 
 
"Tentu pakemnya harus dipelajari. Dasar membuat wayang golek karakter Arjuna gemana, Kresna gemana. Kan tetap harus ada aturanya. Nah pembedanya nanti bisa dilihat dari kreatifitas masing-masing seniman pas membuat wayang," tuturnya. 
 
Setelah kedua hal tersebut dilakukan, menurut Djani melihat perkembangan zaman yang menuntut pemahaman kewirausahawan atau entepreneurship, seniman-seniman muda ini juga harus diajarkan bagaimana caranya memerkan, memasarakan, dan menjual produk kreatifitas mereka. 
 
"Generasi muda yang mau menjadi seniman saya lihat mereka cenderung mikirnya hanya materi semata. Gak salah ya, materi itu emang penting. Makanya seniman muda ini harus dibekali dengan pembelajaran kewirausahawan," ungkapnya.
Editor : A. Dadan Muhanda
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600