Peserta SPMI di Purwakarta Mengaku Bangga
Oleh Arditya Pramono, pada Nov 15, 2017 | 08:16 WIB
Peserta SPMI di Purwakarta Mengaku Bangga
Suasana ekspose sekolah model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Bale Guru Linuhung Purwakarta, Selasa (14/11/2017). (Arditya Pramono/AyoPurwakarta)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menggelar ekspose sekolah model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Bale Guru Linuhung Purwakarta, Selasa (14/11/2017). 

Ada 16 sekolah yang menjadi model SPMI tersebut terdiri dari 10 Sekolah Dasar (SD), empat Sekolah Menengah Pertama (SMP), satu Sekolah Menengah Atas (SMA),  dan satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sejumlah peserta mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan ekspose tersebut.

"Kami dari SMK Bina Taruna senang bisa menjadi salah satu sekolah model SPMI. Sebagai sekolah model SPMI,  sekolah kami jadi lebih paham soal tata cara penyusuanan dan implementasi penjaminan mutu yang mengikuti standar nasional," jelas penanggung jawab perwakilan SMK Bina Taruna, Saleh (27).

Ia juga sempat memamerkan dokumen 0 sampai 5 yang berisi siklus SPMI di sekolahnya.  

"Isinya siklus SPMI yang terdiri dari pemetaan mutu, penyusunan rencana pemenuhan, pelaksanaan pemenuhan, evaluasi mutu dan penetapan standar mutu," tambahnya. 

Di sisi lain, hal yang sama juga diutarakan penanggung jawab perwakilan dari SMPN 3 Purwakarta, Septi Sulistiani (46) yang merupakan ketua Tim Penjamin Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS). Ia mengaku senang dan bangga ketika SMPN 3 Purwakarta mampu menjadi sekolah model SPMI.  Bagi Septi,  sistem penjaminan mutu di sekolahnya harus berjalan dengan baik dan maksimal mengingat besarnya animo calon pelajar yang ingin mengenyam pendidikan di SMPN 3 Purwakarta. 

"Sebagai salah satu sekolah favorit, SMPN 3 Purwakarta harus terus meningkatkan mutu pendidikannya sesuai dengan tuntutan standar nasional. Untuk itu sistem jaminan mutu harus dapat berjalan dengan baik," katanya. 

Septi mengaku dalam mengimplementasikan SPMI pihak sekolah juga melibatkan partisipasi orangtua murid agar dapat bekerja sama dengan baik.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penjamin Mutu pendidikan (LPMP) Jawa Barat, Totoh Santoso mengaku puas dan meminta sekolah model SPMI Purwakarta  untuk terus selalu berusaha menjadi lebih baik.

"Purwakarta saya nilai bagus, di atas standar, saya kira nanti sangat layak untuk bisa menjadi model sekolah percontohan pada tingkatan selanjutnya," ujar Totoh. 

Diketahui, selain menggelar ekspose 16 model sekolah SPMI  juga menggelar stand yang menampilkan prestasi masing-masing termasuk juga kreatifitas dan inovasi yang mereka lakukan. 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600