Reaksi Netizen atas Penolakan Taksi dan Ojek Daring di Purwakarta
Oleh Arditya Pramono, pada Feb 05, 2018 | 19:15 WIB
Reaksi Netizen atas Penolakan Taksi dan Ojek Daring di Purwakarta

PURWAKARTA,AYOPURWAKARTA.COM -- Selembar kertas berisikan "Kata Sepakat" berisikan penolakan para sopir angkutan kota (angkot) terhadap taksi dan ojek online, menyebar luas di media sosial khususnya Facebook pada Senin (5/2/2018). 

Menurut para sopir angkot dari trayek kota ataupun pedesaan, mereka merasa dirugikan dengan adanya taksi dan ojek online.

Penolakan tersebut mendapatkan respons beragam dari netizen.

Salah satunya adalah pemilik akun Facebook bernama Ceces Mirzani. Dalam kolom komentar, Ceces mengimbau agar tidak ada penolakan bagi taksi maupun ojek online. 

"Jangan didemo dong kasian yg namanya rezeki tuh Allah yg ngatur, jadi gabakal ketuker , di adakannya transfortasi online di Purwakarta, jadi memudahkan aktivitas saya sehari-hari, Contoh kalo lapar gaperlu keluar rumah tinggal order apa yg kita mau.  Lagian kalo naik angkutan umum dibatas , kalo online bisa langsung nyampe depan rumah ga perlu turun beberapa kali," tulisnya.

Sementara itu, seorang pengguna Facebook bernama Hiken No Ryyan mengatakan baik angkutan umum konvensional maupun online masing-masing memiliki kelebihan.

"Abdi mun keur di tempat sepi teu nyandak kendaraan pribadi. kendaraan umum atau tos teu aya angkot atau jauh ka pangkalan ojeg hese milarian kendaraan umum . Aya plus minusna sih. Insyaalloh rizki moal pahili. Semoga ada jalan keluar (Red. Saya kalau di tempat sepi tidak menggunakan kendaraan pribadi. Kendaran umum atau sudah gak ada angkot atau jauh ke pangkalam ojek susah mencari kendaraan umun. Ada plus minusnya.Insya Allah rizki gak akan tertukar)," ungkapnya. 

Komentar berbeda datang dari akun Facebook bernama Kang Amink, menurutnya dengan jumlah yang sudah banyak, seharusnya angkutan konvensional dan online dibagi dengan adil jumlahnya. 

"Angkot jeng ojeg di pwk asa loba teing.Ges we ayena mah angkot jeng ojeg di online keun sawareh. tah rekrut nu ges aya di pwk. teu kudu ngadatangken nu sejen deui (Red. angkot dan ojek di Purwakarta sepertinya sudah banyak banget. Sudah lah, sekarang angkot dan ojek yang konvensional, sebagian dibuat online.  Rekrut saja yang ada di Purwakarta. Gak usah mendatangkan yang lain)," tulisnya.
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600