Keren! Buah Pala Diolah jadi Permen Jelly, Sirup, Selai, dan Teh
Oleh Arditya Pramono, pada Mar 12, 2018 | 07:32 WIB
Keren! Buah Pala Diolah jadi Permen Jelly, Sirup, Selai, dan Teh
Eulis Supriyatiningsih bersama penggiat olahan buah pala lainnya di Kampung Krajan, Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. (ayopurwakarta/Arditya Pramono)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Di Kecamatan Wanayasa, buah pala jumlahnya melimpah. Selain terkenal sebagai penghasil buah manggis, Wanayasa juga terkenal sebagai daerah di Purwakarta yang menghasilkan buah pala kualitas terbaik. 

Melihat kondisi tersebut, banyak warga Wanayasa yang mengolah pala. Namun, sebagian besar warga hanya mengambil bijinya saja untuk kemudian disuling menjadi minyak. Akibatnya, kulit dan daging buah pala hanya dibuang begitu saja, tidak dilirik, layaknya limbah buangan. 

Menariknya, lewat tangan kreatif dan produktif, sejumlah ibu rumah tangga di Kampung Krajan, Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta yang tergabung dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat mampu mengolah buah pala menjadi empat produk berbeda. 

"Kita olah jadi permen jelly, selai, sirup, dan juga teh," kata salah satu penggiat UMKM tersebut, Eulis Supriyatiningsih (54) kepada ayopurwakarta beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, dari keempat produk olahan tersebut, dua di antaranya, yakni permen jelly dan sirup, merupakan produk andalan yang laku keras di pasaran. 

"Yang dominan itu permen jelly dan sirup. Karena banyaknya permintaan kita dalam seminggu bisa memproduksi 50 kilogram permen jelly dan 50 botol sirup kemasan 430 ml," jelasnya. 

Harganya sendiri terbilang cukup murah. Eulis menjelaskan, permen jelly dalam kemasan dibanderol seharga Rp7.500, satu botol sirup Rp15.000, selai dijual dengan harga Rp3.000, dan teh dengan harga Rp3.000. 

Untuk memproduksi keempat hasil olahan buah pala, Eulis dibantu oleh dua orang rekannya dan sejumlah tim lainya yang berada dalam satu naungan UMKM Bumdes Desa Wanayasa.

Sementara itu, Pelaksana Operasional Bumdes Desa Wanayasa, Didin Syafrudin (38), mengaku mendukung 100% berkembangnya usaha bisnis rumahan tersebut. 

"Kami sangat mendukung usaha yang dilakukan ibu-ibu ini. Manfaatnya luar biasa, selain menambah nilai ekonomis, penggolahan buah pala juga membuat limbah kulit dan buah pala yang dulunya dipandang sebelah mata karena hanya bijinya saja yang dilihat menguntungkan, kini menjadi hal yang berguna," katanya.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600