Kakota, Cafe Berkonsep Urban dengan Menu Andalan Nasi Jimbaran
Oleh Arditya Pramono, pada May 15, 2018 | 12:36 WIB
Kakota, Cafe Berkonsep Urban dengan Menu Andalan Nasi Jimbaran
Menu nasi jimbaran. (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

PURWAKARTA,AYOPURWAKARTA.COM-- Kakota Cafe & Resto kian hari menjadi bahan perbincangan, kalangan pecinta kuliner dan anak muda Purwakarta kekinian yang kerap hunting tempat nongkrong yang cozy dan nyaman. 

Kakota memiliki lokasi yang strategis alias mudah diakses. Lokasinya berada di tengah kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Jumat Purwakarta. Menariknya, meski berada di tengah kota yang ramai, desain interior Kakota sangat kental dengan konsep urban yang kekinian.

Terlebih ketika memasuki ruang utama Cafe & Resto yang memiliki dua lantai ini. Nuansa cozy dengan desain interior berwarna gelap dengan pencahayaan remang yang pas, sangat nyaman terasa.

Penggunaan meja dan kursi minimalis berbahan kayu dan keberadaan cafe bar yang memperlihatkan mesin espresso semakin menegaskan konsep tersebut. Tampak barista tengah sibuk menakar, meracik sambil mempresentasikan kopi arabika kepada pelanggannya.

Belum habis dibuat nyaman dengan suasana Kakota, pengunjung juga akan dimanjakan dengan aneka menu yang ada di Kakota dari mulai hidangan pembuka, utama, dan penutup. 

Menurut Manajer Oprasional Kakota, Zul Sopacua, nasi jimbaran dan kakota steak menjadi makanan favorit pengunjung. “Nasi Jimbaran dan Kakota Steak menjadi yang paling banyak dipesan. Karena itu pula keduanya menjadi menu andalan kami,” katanya beberapa waktu lalu. Atas rekomendasi Zul, dua menu tersebut ditambah Mojito dan Ice Cube Coffee pun turut dipesan. Dan tak perlu menunggu lama, pesanan pun tiba dengan persentasi sangat menarik, sukses mengundang selera.

Untuk Nasi Jimbaran disajikan dengan menu cukup lengkap. Potongan besar ayam betutu, nasi dengan topping kacang tanah, sepotong telur asin plus sambal matah yang khas, tersaji di atas piring berbahan kayu. Yang unik adalah tambahan dua perkedel dan mengganti plecing dengan urap khas Sunda. Unik dan nikmat.

Usai menyantap sajian spesial tersebut berkesempatan bertemu dengan Stephanie si Empunya Kakota. Obrolan seru pun berlangsung. Bahasannya seputar perkembangan kuliner di Purwakarta yang cukup signifikan. Sempat juga membahas paket buka puasa di Kakota.

Hingga muncul satu pertanyaan yang nyaris lupa ditanyakan, yakni arti kata Kakota itu sendiri.

“Kakota itu sebenarnya Bahasa Sunda “ka kota” artinya pergi ke kota. Ide awal nama ini dari suami yang teringat masa mudanya. Waktu itu karena tinggal di wilayah Munjul, kalau mau nongkrong dengan teman-temannya pasti selalu dengan ajakan ka kota yuk,” kata Stepahnie. 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600