Abah Ama, Pengrajin Sapu Ijuk Sukaresmi
Oleh Arditya Pramono, pada May 16, 2018 | 11:03 WIB
Abah Ama, Pengrajin Sapu Ijuk Sukaresmi
Abah Ama saat membuat sapu ijuk di Kampung Sukaresmi, Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Sejumlah pengrajin industri rumahan sapu ijuk di Kampung Sukaresmi, Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta mencoba bertahan di tengah persaingan dengan produksi sapu berbahan plastik. 

Salah satu perajin yang masih bertahan adalah Abah Ama (80). Meski terbilang sudah renta, pria yang senang mengenakan topi ini tidak pernah merasa tersaingi dengan munculnya sapu berbahan plastik. Menurutnya, harga yang murah dan kualitas yang baik akan membuat masyarakat lebih memilih sapu ijuk. 

"Abah enggak khawatir. Abah yakin masyarakat masih butuh sapu ijuk tradisional, bukan yang plastik," kata Abah Ama beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini tangan Abah Ama masih terlihat cekatan dalam membuat sapu ijuk. “Kondisi abah tidak seperti waktu muda,” katanya. Dalam sehari, Abah Ama masih mampu membuat 30-40 sapu ijuk dengan harga Rp3.000 per sapunya. 

Sapu ijuk buatan Abah Ama ini dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa Barat. “Dijualnya ke Bandung, Subang, Karawang, dan Purwakarta,” ujarnya.

Sampai kapan pun, Abah Ama mengaku akan terus membuat sapu ijuk. Sebab, dari membuat sapu ijuk, dia bisa menghidupi kebutuhan pribadi dan keluarganya.

"Abah berharap masih terus dikasih kesehatan sama Allah biar masih mampu membuat sapu ijuk," ucap Abah Ama.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600