Jaga Kondusivitas Ramadan, Pemkab Purwakarta Terbitkan Surat Edaran
Oleh Arditya Pramono, pada May 17, 2018 | 17:21 WIB
Jaga Kondusivitas Ramadan, Pemkab Purwakarta Terbitkan Surat Edaran
Surat Edaran. (Arditya Pramono/ayopurwakarta).

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Pejabat Bupati Kabupaten Purwakarta, Mohammad Taufiq Budi Santoso, mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 300.1/32/Sat pol PP pada Rabu (14/5/2018). 

SE tersebut dibuat dalam rangka menjaga pelaksanaan ibadah puasa Ramadan di wilayah Purwakarta  berjalan dengan khidmat, tertib, dan aman dengan menjunjung sikap toleransi.

“Ada beberapa poin dalam surat edaran tersebut, terutama bagi mereka yang melaksanakan ibadah puasa agar senantiasa menundukan hati, menjaga pendengarannya, ucapanya dan penglihatannya dengan rendah hati dan berserah diri kepada Allah SWT,” jelas Taufiq pada Kamis (17/5/2018) 

Taufiq mengatakan, dalam SE tersebut dia meminta kepada masyarakat yang karena keadaan dan kondisinya tidak berpuasa untuk menghargai dan menghormati umat muslim Purwakarta yang berpuasa. 

"Bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah puasa Ramadan karena berbagai hal, hendaknya menjaga sikap dan perilaku serta tidak memperlihatkan kondisi sedang tidak melaksanakan puasa. Begitu pula bagi non muslim, agar dapat menciptakan dan memelihara suasana penuh toleransi dan saling menghargai yang sudah terjalin selama ini," katanya. 

Selain itu, dalam surat edaran tersebut diberitahukan juga kepada pengusaha rumah makan, restoran dan pedagang kaki lima (PKL) untuk tidak menjual makanan dan minuman pada siang hari kecuali menjelang waktu berbuka puasa.  

"Bukan artian melarang, silahkan buka tetapi selepas Salat Ashar, atau minimalnya jam 2 siang baru buka," ujarnya. 

Selama Ramadan, tempat hiburan dan usaha sejenis lainnya dilarang melakukan aktifitasnya. Para pedagang VCD, DVD dan majalah juga dilarang menjual atau menyewakan barang yang berisi konten pornografi dan ilegal. Bagi penyelenggara pasar murah atau bazar dan PKL dilarang berjualan di jalan umum dan trotoar. 

Pihaknya juga melarang kelompok organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi sosial politik, dan pribadi melakukan tindakan sweeping sendiri-sendiri apabila menemukan hal-hal yang dianggap mengurangi atau mengganggu pelaksanaan puasa. 

“Jika emang ditemukan hal-hal yang dinilai telah menggangu dan mengurangi nilai ibadah Ramadan, sebaiknya tidak melakukan tindakan sendiri. Tetapi melaporkannya kepada pihak berwenang," katanya. 

Diketahui, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Purwakarta, surat edaran yang ditandatangani pada tanggal 14 Mei 2018 dan berlaku sejak 15 Mei-16 Juni 2018 telah di distribusikan ke setiap kantor kecamatan, sejumlah toko/warung,  pemilik rumah makan, tempat hiburan di Purwakarta. 


 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600