Ramadan, Omzet Penjualan Simping Naik 100%
Oleh Arditya Pramono, pada May 22, 2018 | 09:39 WIB
Ramadan, Omzet Penjualan Simping Naik 100%
Simping yang dijual oleh Yoyok di salah satu toko di Jalan Baing Marzuki, Kabupaten Purwakarta. (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM—Simping adalah penganan khas Kabupaten Purwakarta yang berbentuh lembaran bundar dan pipih dengan rasa gurih. Hampir satu pekan bulan Ramadan berjalan, sejumlah penjual simping mengaku mengalami kenaikan omzet.

“Sekarang ini omzet naik 100%,” ujar salah satu penjual simping di Jalan Baing Marzuki, Kabupaten Purwakarta, Yoyok Edy Al Ansory (70) kepada ayopurwakarta, Selasa (22/5/2017).

Pada bulan Ramadan ini, dalam sehari Yoyok mampu menjual 200 bungkus simping ukuran sedang yang dibanderol Rp8.500. Selain itu, dia juga bisa menjual 50 dus berisi simping dan delapan kaleng blek berisi simping.

Akibat melonjaknya permintaan simping di bulan Ramadan, Yoyok harus mempekerjakan lima orang karyawan yang bertugas membuat adonan dan menyetak simping. “Biasanya hanya dua orang karyawan,” akunya.

Dari 12 aneka rasa simping yang dijual, simping dengan rasa keju, bawang, dan kencur adalah yang paling diminati. Simping itu juga tak cuma dijual di Purwakarta, tapi juga ke Bandung, Bogor, Cianjur, dan sejumlah daerah di Jawa Barat lainnya.

Meski omzet mengalami kenaikan, tapi toko simping milik Yoyok tak seramai dahulu ketika jalan tol penghubung Jakarta-Purwakarta-Bandung belum dibangun.

"Ibu sudah berjualan sejak 1964, sebelum ada jalan tol. Waktu belum ada tol, banyak orang dari luar Purwakarta sengaja datang langsung ke toko saya. Sekarang dengan adanya tol, kebanyakan membeli oleh-oleh simping di rest area," ujar Yoyok.

Namun, Yoyok optimistis simping buatanya akan terus di beli masyarakat. "Ya, harapannya simping ibu selalu bisa dinikmati konsumen. Selalu dibeli orang," katanya.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600