Kesibukan Warung Bakakak dan Sate Maranggi Abah Oman saat Ramadan
Oleh Arditya Pramono, pada May 29, 2018 | 18:41 WIB
Kesibukan Warung Bakakak dan Sate Maranggi Abah Oman saat Ramadan
Seorang pria saat membakar ayam bakakak di Warung Bakakak dan Sate Maranggi Abah Oman, Purwakarta. (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Arah jarum jam menunjukkan pukul 17.30 WIB atau 15 menit menuju waktu berbuka puasa ketika ayopurwakarta bertandang ke sebuah rumah makan di Jalan Raya Subang-Purwakarta, tepatnya di Kampung Ciparungsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta beberapa hari lalu. 

Dua pria muda tampak sibuk mengipasi sebuah tungku pembakaran, tempat potongan ayam utuh (bakakak) bersama puluhan sate Maranggi dipanggang. "Ayam habis, bah," teriak salah satu di antaranya.

Selang beberapa detik, suara pria tua terdengar menjawab, "Iya sebentar tungguin, bentar lagi datang, baru motong ayam lagi barusan." 

Tak berselang lama, datang seorang pria membawakan beberapa ekor potongan ayam. Ayam tersebut lalu dipanggang di atas tungku pembakaran. "Cepat..cepat, sebentar lagi masuk waktu buka puasa," sahut salah satu di antaranya.

Tak berselang lama, Azan Magrib berkumandang, waktu berbuka puasa telah tiba. Sosok pria tua yang murah senyum datang menghampiri membawakan pesanan bakakak dan puluhan tusuk Sate Maranggi serta nasi yang sangat menggugah selera. 

Itu adalah sedikit kesibukan Warung Ayam Bakakak dan Sate Maranggi Abah Oman saat Ramadan. Bagaimana tidak sibuk, warung ini mampu menjual 240 potong ayam bakakak seharga Rp60.000 per potongnya saat Ramadan. Belum lagi penjualan Sate Maranggi yang bisa mencapai 1.000 tusuk lebih setiap harinya dengan harga Rp2.000 per tusuk.

Warung Ayam Bakakak dan Sate Maranggi Abah Oman adalah salah satu warung makan yang kerap dikunjungi warga. Tekstur dagingnya yang empuk dan dileburi bumbu rempah-rempah membuat warga kepincut dengan rasa khasnya.

Belum lagi penyambutan Abah Oman, si empunya warung, yang selalu siap menyapa pengunjung dengan ramah dan hangat.

Bisnis kuliner ini dimulai Abah Oman sejak sepuluh tahun silam. Saat itu, dia nekat banting setir merintis bisnis kuliner dari profesi sebelumnya sebagai sopir bus. Dengan modal awal Rp3 juta, kini omzet Abah Oman mencapai Rp20 juta setiap harinya. “Alhamdulillah,” kata dia bersyukur.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600