Berkeliling Meminjamkan Bahan Bacaan untuk Menunggu Waktu Berbuka Puasa
Oleh Arditya Pramono, pada Jun 13, 2018 | 13:12 WIB
Berkeliling Meminjamkan Bahan Bacaan untuk Menunggu Waktu Berbuka Puasa
Abah Udju saat meminjamkan bukunya kepada warga di Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Rabu (13/6). (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Tokoh literasi yang satu ini sudah tak asing lagi bagi warga Purwakarta, khususnya mereka yang tinggal di Kecamatan Darangdan. Meski telah berusia senja, Djudju Djunaedi (70) tetap mengabdi tanpa pamrih selama 30 tahun sebagai penggerak perpustakaan keliling.

Adalah Saba Desa, perpustakaan keliling yang dirintis Abad Udju—sapaan akrabnya—demi mencerdaskan dan meningkatkan minat baca masyarakat pada tahu 1983 silam.

Di bulan Ramadan ini, Abah Udju setia mengayuh sepeda tuanya sembari membawa puluhan buku dan majalah. Dia mengelilingi desa untuk meminjamkan bahan bacaan yang dibawanya kepada warga.

Meski dalam kondisi berpuasa, Abah Udju bersemangat mempersiapkan sejumlah buku bacaan dan majalah di ruang perpustakaan di kediamannya di Kampung Ngenol, Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan sejak pagi hari. Buku-buku itu merupakan koleksi pribadinya dan sumbangan dari berbagai pihak yang telah dikumpulkannya sejak lama.

Setelah siap, Abah Udju lantas menaruh buku-buku itu di samping kanan dan kiri sepedanya. Dengan tubuh yang masih terlihat bugar di usia senja itu, dia mulai menggowes sepeda. Tak tanggung-tanggung, dalam sehari dia mampu menempuh jarak 18 kilometer menembus jalan raya dan perkampungan menuju Desa Cilingga, Desa Linggasari, dan Desa Mekarsari.

“Bulan Ramadan penuh berkah. Kita harus mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Selain beribadah kita juga mengisinya dengan membaca buku untuk menambah ilmu,” kata Abah Udju, Rabu (13/6/2018).

Bagi Abah Udju, membaca buku merupakan kegiatan paling tepat dalam mengisi waktu luang sembari menunggu waktu berbuka puasa. “Anggap saja kaya ngabuburit, menunggu waktu buka puasa dengan membaca buku,” katanya.

Siti Saadah (39), salah seorang warga, mengaku senang meminjam bahan bacaan dari Abah Djuju untuk menunggu waktu berbuka puasa.

“Yang dibaca biasanya pengalaman sejati, terus cerpen. Ya, sekadar mengisi waktu luang di bulan puasa ini,” kata Siti.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600