Musim Kemarau, Pesanan Perajin Perahu Jatiluhur Kering
Oleh Arditya Pramono, pada Jun 25, 2018 | 14:05 WIB
Musim Kemarau, Pesanan Perajin Perahu Jatiluhur Kering
Rusman (55) salah seorang perajin perahu tradisional di Kampung Sawah, Desa Cikao Bandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta ketika sedang membuat perahu. (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

PURWAKARTA,AYOPURWAKARTA.COM--Musim kemarau telah tiba hampir di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Purwakarta. 

Siklus tahunan yang biasanya terjadi pada bulan April hingga Oktober ini ternyata memiliki dampak tersendiri bagi para perajin perahu tradisional di Kampung Sawah, Desa Cikao Bandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. 

Salah seorang perajin bernama Rusman (55) menjelaskan, pada saat musim kemarau pesanan pembuatan perahu yang biasanya digunakan untuk sarana transportasi di Danau Jatiluhur tersebut menjadi sepi. 

"Saat kemarau debit air menyusut. Ini dampaknya kejumlah pemesanan perahu. Pas kemarau yang pesan perahu jadi sepi," ucapnya, Senin (25/6/2018). 

Rusman menuturkan dalam sebulan ia hanya bisa memproduksi sebuah perahu saja. Padahal saat cuaca normal atau saat musim hujan, ia mampu memproduksi lima buah perahu. 

"Kalo cuaca normal mah apalagi pas musim hujan sebulan bisa ada lima pesanan. Kalau sekarang mah paling banter cuman satu perahu sebulan," keluhnya. 

Diketahui, Rusman dan sejumlah perajin perahu tradisional biasanya menjual perahu dengan harga 3 hingga 7 juta rupiah per unitnya. Pemesanan perahu tidak hanya datang dari wilayah Kabupaten Purwakarta saja, tapi juga mencakup Karawang, Indramayu, Bekasi, dan Bandung. 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600