Senangnya Membuat Gerabah di Kampung Cirangkong
Oleh Arditya Pramono, pada Jul 02, 2018 | 08:52 WIB
Senangnya Membuat Gerabah di Kampung Cirangkong
Kerajinan Gerabah

CIRANGKONG, AYOPURWAKARTA.COMGerabah bagi masyarakat Sunda tidak aneh lagi. Namun, bagaimana bila kerajinan gerabah ini mulai diperkenalkan pada anak-anak.

Pada saat usia anak-anak, belajar banyak hal adalah sesuatu yang menyenangkan. Termasuk belajar membuat gerabah di Kampung Kahuripan Cirangkong, Desa Cirangkong, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta.

Di kampung wisata pendidikan dan keluarga tersebut, anak-anak dapat belajar dengan leluasa teknik dasar membentuk tanah liat menjadi gerabah di atas meja putaran.

Sebelum membuat gerabah, anak-anak terlebih dahulu duduk di belakang meja putaran. Seorang instruktur lalu memberikan segempal tanah liat seukuran bola takraw.

Secara bersaman, anak-anak tersebut kemudian membentuk tanah liat basah yang berputar di atas meja putar menjadi cetakan dasar gerabah seperti cangkir, gelas ataupun mangkuk.

Di antara anak-anak tersebut, ada yang mampu membentuk cetakan gerabah dengan bentuk yang bagus sementara yang lainya terlihat belum mahir.

Seorang anak yang cukup mahir membentuk gerabah, bernama Najwa (11) mengaku senang membuat gerabah. Dia mengaku baru pertama kali membuatnya. 

"Senang. Ini baru pertama kali walaupun kotor-kotoran. Apalagi Purwakarta terkenal dengan Keramik Plerednya," jelasnya, Minggu (1/7/2018).

Selain dapat belajar membuat gerabah dari tanah liat, Wisata Pendidikan & Keluarga Kampung Kahuripan Cirangkong memberikan fasilitas wisata pendidikan pengenalan budaya Sunda, kesenian tradisional Sunda dan permainan tradisional Sunda seperti troktok, congklak, egrang, bakiak, dan lainya.

Pemilik sekaligus pengelola Kampung Kahuripan Cirangkong, Rahmat Pujanto mengatakan, wisata pendidikan dimaksudkan agar mempertahankan dan mengembalikan tradisi dan budaya tradisional Sunda yang nyaris tergerus di zaman milenium ini.

"Anak-anak sekarang lebih senang sama perminan hp, gadget, sehingga lupa dengan permainan-permainan tradisional, budaya-budaya tradisional. Sehingga kami ingin mengangkat wista edukasi budaya Sunda agar anak-anak juga mengetahuinya," jelasnya.

Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600