Berkenalan dengan Penambang Pasir Ramah Lingkungan
Oleh Arditya Pramono, pada Jul 11, 2018 | 16:22 WIB
Berkenalan dengan Penambang Pasir Ramah Lingkungan
Yusuf saat menambang pasir di Sungai Cikao, Kampung Sasak Besi, Kabupaten Purwakarta, Rabu (11/7). (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Aliran Sungai Cikao di Kampung Sasak Besi, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta memberikan berkah tersendiri bagi para penambang pasir tradisional. Pasir yang terbawa arus air sungai dari hulu dimanfaatkan para penambang untuk mendulang rupiah. 

Salah seorang penambang pasir tradisional yang telah menjalani profesinya selama lima tahun, Yusuf Solihin (50), mengaku tak perlu sulit-sulit untuk menambang pasir. Dia cukup menggunakan alat gaet sederhana.

Nambang dengan cara sederhana, serokannya pakai bekas kaleng, pegangannya pakai batang bambu,” kata Yusuf, Rabu (11/7/2018).

Dia bakal masuk ke aliran sungai dan membiarkan serokannya terisi air yang membawa pasir. Setelah terisi, air yang masuk akan dengan sendirinya keluar dari lubang kecil. “Setelah itu tinggal dibawa ke pinggir sungai. Pasirnya dikeluarin terus ditumpuk,” kata Yusuf.

Setiap harinya, Yusuf bersama tujuh orang rekannya mampu menyaring dan mengumpulkan sebanyak dua kubik pasir. “Per kubik biasanya dibeli Rp60.000,” aku dia.

Namun, tak setiap hari kegiatan menambang pasir ini dapat meraup keuntungan. Mereka harus menunggu hujan terlebih dahulu sebelum akhirnya melakukan penambangan.

"Harus hujan dulu sehari sebelum nambang di daerah hulu. Pas hujan pasirnya terbawa aliran sungai ke hilir tinggal kita tadah," ucap Yusuf. 

Dengan menambang pasir ramah lingkungan ini, Yusuf mampu menghidupi anak dan istrinya. “Kami tidak merusak lingkungan. Alhamdulillah dengan menambang pasir cara tradisional, saya bisa memberi makan anak dan istri,” kata dia.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600