Alasan Kenaikan Harga Telur Menurut Produsen
Oleh Arditya Pramono, pada Jul 12, 2018 | 19:46 WIB
Alasan Kenaikan Harga Telur Menurut Produsen
Lili Abdulah (36), peternak ayam petelur memberikan pakan kepada ratusan ayam miliknya di Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Kamis (12/7/2018). (Arditya Pramono/ayopurwakarta)
BABAKANCIKAO,AYOPURWAKARTA.COM--Harga telur di Kabupaten Purwakarta mengalami kenaikan cukup signifikan, saat ini harganya mencapai Rp28 ribu per kilogram.
 
Menurut pengakuan pedagang, naiknya harga telur diakibatkan jumlah stok telur yang sedikit dibandingkan permintaan konsumen. Namun, alasan berbeda disampaikan salah satu produsen telur ayam bernama Lili Abdulah (36), warga Babakancikao, Purwakarta. Menurutnya naiknya harga telur ayam dipengaruhi oleh kenaikan harga pakan ayam. 
 
"Menurut saya, naiknya harga telur akibat penyesuaian kenaikan pakan ayam yang naik dua kali lipat dari sebelum Lebaran. Biasanya sekintal Rp540 ribu jadi naik Rp550-560 ribu," katanya pada wartawan, Kamis (12/7/2018). 
 
Selain naiknya harga pakan, Lili juga mensinyalir naiknya harga telur dipengaruhi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "BBM naik, jadi pendistribusian telur dari peternak ke pedagang juga otomatis ongkosnya naik kan, jadi berimbas ke harga telur," jelasnya. 
 
Sementara itu faktor ketiga yang menyebabkan harga telur naik adalah masa ayam petelur yang sudah tidak produktif. "Kebanyakan sekarang para produsen telur, ayamnya sudah masuk masa apkiran. Jadi harus beli ayam petelur lagi," katanya. 
 
Di sisi lain, terkait masalah cuaca yang akhir-akhir ini dirasakan sangat panas dan kering akibat pengaruh musim kemarau, menurut Lili hal tersebut tidak mempengaruhi produksi ayam petelur. "Cuaca gak jadi masalah. Produksi telur masih bagus. Dalam sehari masih bisa produksi 35 kg per hari," pungkasnya. 
Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600