Tinggi Air di Jatiluhur Berkurang Tapi Masih Normal
Oleh Arditya Pramono, pada Aug 16, 2018 | 20:27 WIB
Tinggi Air di Jatiluhur Berkurang Tapi Masih Normal
Waduk Jatiluhur. (Arditya/ayopurwakarta)
JATILUHUR, AYOPURWAKARTA.COM -- Direktur Keuangan dan SDM PJT II Jatiluhur, Haris Zulkarnaen mengatakan penurunan tinggi muka air (TMA) di Waduk Jatiluhur masih dianggap normal, meski di tengah musim kemarau.
 
"Kondisi nya masih kami anggap normal, dengan TMA saat ini antara 97 dan 98 mdpl. Cenderung di bawah normal, tapi masih di atas kering," ungkapnya pada Kamis (16/8/2018). 
 
Haris menjelaskan, TMA diangka tersebut tidak banyak berdampak signifikan ke sektor irigasi. "Suplai air untuk irigasi di hilir masih bisa terpenuhi," ujarnya. 
 
Menurutnya, jika ada lahan sawah yang kering, area tersebut  di luar target operasional waduk. "Air yang dikeluarkan  masih sesuai dengan permintaan. Kalau ada wilayah persawahan yang kekeringan mungkin itu area diluar target operasi waduk," ungkapnya.
 
Haris menambahkan, untuk pasokan listrik ke PLN, TMA yang menurun berpengaruh terhadap pasokan listrik ke PLN yakni sekitar 5-7 persen dari pasokan normal.
 
"Untuk listrik ada pengaruhnya, sedikit menurun, tapi masih kita bisa atasi, masih bisa membangkitkan turbin," ujarnya.
 
Diketahui dalam kondisi normal waduk terbesar di Indonesia itu mampu memproduksi listrik rata-rata 1000 juta kwh setiap tahun dan memiliki fungsi irigasi 242 ribu ha sawah.
Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600