Mahasiswa Jangan Netral di Pemilu
Oleh Arditya Pramono, pada Sep 28, 2018 | 21:51 WIB
Mahasiswa Jangan Netral di Pemilu
Diskusi Umum Mahasiswa di Disporaparbud Purwakarta, Jumat (28/9/2018). (Arditya Pramono/ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purwakarta, Ujang Abidin mengatakan kelompok mahasiswa tak perlu netral dalam momen pemilihan umum. 

"Kelompok yang harus netral adalah aparatur sipil negara (ASN), dan TNI-Polri. Lain hal dengan mahasiswa yang masuk kelompok  kategori masyarakat sipil yang memiliki hak untuk memilih dan dipilih, didukung dan mendukung," jelasnya dalam diskusi umum bersama mahasiswa, di aula Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Purwakarta, Jumat (28/9/2018). 

Ujang menambahkan dalam Pemilu 2019, mahasiswa justru harus aktif dalam menyuarakan suaranya dan menggelar banyak diskusi publik bersama para calon. 

"Justru tahun politik harus dijadikan oleh mahasiswa untuk merubah nasib dan arah kemajuan bangsa," ungkapnya. 

AYO BACA : Bawaslu Kembali Temukan 1.364 Data Pemilih Ganda

Ujang bahkan menerangkan bahwa mahasiswa boleh mengundang seorang caleg maupun capres/cawapres untuk datang ke kampus. Tetapi undangan tersebut 
harus dalam rangka berdiskusi bukan untuk kampanye. 

"Mahasiswa kan perlu tahu sejauh mana kredibilitas seorang peserta pemilu. Baik caleg maupun capres cawapres," ujarnya. 

Namun, ada beberapa hal yang tidak bolah dilakukan mahasiswa alias di tahun politik. Pertama terlibat dalam money politik dan terlibat dalam pidana pemilu yang lain seperti menyebarkan berita hoaks salah satu paslon. 

"Jelas sanksinya pidana jika terlibat money politik dan  pelanggaran pidana pemilu lainya," katanya.

AYO BACA : Bawaslu Purwakarta Temukan Ribuan DPT Ganda Pemilu 2019

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600