Mengais Rezeki dari Pembibitan Burung Puyuh
Oleh Arditya Pramono, pada Sep 28, 2018 | 00:09 WIB
Mengais Rezeki dari Pembibitan Burung Puyuh
Peternakan burung puyuh milik Pepen Effendi (55) di Blok D2 Perumahan Panorama Indah, Kabupate Purwakarta, Kamis (27/9/2018). (Arditya Pramono/ayopurwakarta.com)
AYO BACA : Cek Kesehatan Hewan di Puskewan Ciwangi

AYO BACA : Harga Pakan Ayam Cenderung Naik, Peternak Resah

PANORAMA INDAH, AYOPURWAKARTA.COM -- Seorang peternak burung puyuh warga Blok D2 Perumahan Panorama Indah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, bernama Pepen Efendi (55) mampu menghasilkan ribuan bibit anakan burung puyuh.
 
Lelaki paruh baya tersebut mengaku telah beternak puyuh selama lima tahun terakhir ini. Untuk menghasilakan bibit anakan burung puyuh yang berkualitas, Pepen menggunakan mesin alat penetas. 
 
Mesin penetas tersebut menggunakan sejumlah lampu untuk menghasilkan suhu panas. Sementara suhu ruangan tempat telur itu akan menetas juga diatur sedemikian rupa agar suhunya pas. 
 
"Dari proses penetasan memerlukan waktu selama 16 hari atau kurang lebih 2 minggu," jelasnya, Kamis (27/9/2018). 
 
Setelah menetas, bibit anakan puyuh akan dipindahkan ke sebuah tempat dengan suhu yang hangat. "Dipindahkan ke kandang khusus yang banyak lampu sebagai penghangat," katanya. 
 
Dalam sekali waktu bertelur, Pepen mengaku ternak puyuhnya bisa menghasilkan 1.000-2.000 bibit anakan. Bibit anakan puyuh yang dijual Pepen biasanya yang telah berumur 1 hingga 2 bulan.
 
"Yang usianya sebulan dijual Rp10.000 per ekor yang 2 bulan, Rp20.000," ungkapnya. 
 
Pepen menambahkan, biasanya ia menjual bibit puyuh tak hanya di wilayah Purwakarta saja namun di Kabupaten Subang dan juga Karawang.

AYO BACA : Masyarakat Diminta tak Gembala Hewan di TPA Cilokotok

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600