Fenomena Mak Ilem, Masyarakat dan Pemerintah Terdekat Harus Lebih Peka
Oleh Arditya Pramono, pada Oct 12, 2018 | 16:54 WIB
Fenomena Mak Ilem, Masyarakat dan Pemerintah Terdekat Harus Lebih Peka
Jokotri mengunjungi Mak Ilem yang hidup sebatang kara di gubuknya yang memperihatinkan. (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

BABAKAN CIKAO, AYOPURWAKARTA.COM--Bagi sebagian besar orang tua di Indonesia, menginjak usia senja dinikmati dengan hidup bersahaja bersama anak dan cucu mereka. 

Namun tak seberuntung dengan orang kebanyakan, Mak Ilem warga Gang Keramik, Desa Mulayamekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta yang telah berusia 70 tahun harus hidup sebatang kara. 

Ironisnya, nenek tersebut kini hanya tinggal di sebuah gubuk bambu berukuran 2x2 meter persegi beralaskan tanah di lahan milik Perhutani. Mak Ilem mengaku telah tinggal di gubuk itu selama 2 tahun terakhir. 

"Suami nenek sudah meninggal sejak 5 tahun yang lalu. Nenek juga tidak punya anak satu pun," katanya pada Jumat (12/10/2018)

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, nenek yang memakai hijab tersebut terpaksa memulung sampah seperti gelas plastik minuman mineral bekas dan juga kardus. 

AYO BACA : Generasi Milenial Resah Soal Pekerjaan, Ini Solusi Jokotri

Walaupun dengan kondisi tangan kananya yang tidak sempurna untuk digerakkan karena sakit, Mak Ilem tetap semangat untuk mencari sesuap nasi. 

"Yah mau gimana lagi. Biar bisa makan, nenek harus jadi pemulung. Alhamdulillah bisa ngumpulin 10 ribu sampai 20 ribu sehari," katanya. 

Melihat adanya fenomena Mak Illem, Caleg DPRD Jabar Dapil X No 2 dari PDI Perjuangan, Joko Trio Suroso atau yang akrab disapa Jokotri mengaku pihak pemerintah terdekat seperti RT, RW dan Kelurahan sudah seharusnya memberikan bantuan langsung kepada warganya yang sudah  renta tersebut. 

"Tentu karena kondisi Mak Ilem yang sudah renta pemerintah wajib membantu. Jika bantuan dari kelurahan terbatas, Pemda bisa membantu, jika Pemda juga terbatas, Provinsi bisa membantu," katanya. 

Saat berbincang dengan Mak Ilem, Jokotri melihat bantuan yang paling penting diberikan untuk saat ini adalah tempat tinggal yanh layak. Namun karena tempat tinggal wanita 70 tahun itu berada di atas lahan Perhutani, pembangunan tempat tinggal yang layak harus dibicarakan lebih lanjut dengan pihak yang memiliki lahan tersebut. 

"Kondisi seperti Mak Ilem dapat terjadi di sekitar kita. Saya mengimbau masyarakat dan juga pemerintah terdekat bisa lebih peka dan peduli terhadap tetangga dan warganya yang memang membutuhkan bantuan," ujarnya. 

AYO BACA : Purwakarta Dorong Perluasan 1.000 Hektare Pertanian Organik

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600