Warga Maracang Kekurangan Air Bersih
Oleh Arditya Pramono, pada Oct 19, 2018 | 20:02 WIB
Warga Maracang Kekurangan Air Bersih
Warga Maracang melaksanakan Salat Istisqa, Jumat (19/10/2018). (Arditya Pramono/Ayopurwakarta.com)

MARACANG, AYOPURWAKARTA.COM -- Kepala Desa Maracang, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Kusnadi mengaku selama enam bulan, kebutuhan air untuk urusan rumah tangga sangat kekurangan akibat tidak turun hujan.

Hal tersebut ia sampaikan usai melaksanakan Salat Istisqa meminta hujan, bersama ribuan warga Maracang, Jumat (19/10/2018).

"Ada 2.200 KK di Desa Maracang yang merasakan kekurangan air untuk kebutuhan rumah tangga seperti untuk keperluan mencuci pakaian, mandi dan memasak air," jelasnya.

Selama enam bulan menurut Kusnadi, warganya mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah dan juga sejumlah pasangan caleg.

AYO BACA : Tak Turun Hujan 6 Bulan, Warga Maracang Salat Istisqa

Kusnadi menerangkan, untuk lahan pertanian dan perkebunan tidak terlalu terdampak dengan adanya kekeringan akibat tidak turunnya air hujan.

"Kalau untuk pertanian dan perkebunan tidak terlalu terdampak lantaran wilayah lahan yang kecil sekitar 12 hektar. Yang paling terdampak kebutuhan air untuk rumah tangga," ungkapnya.

Sementara itu, seorang warga Desa Maracang bernama Ami Jamilah (46) mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk mencuci pakaian.

"Ada 6 bulan kekeringan. Paling susah kalau harus mencuci pakaian. Air disumur airnya terbatas harus nunggu dulu sejam dua jam untuk ngambil airnya," jelasnya.

AYO BACA : Kemarau Panjang, Daerah Kekeringan di Kabupaten Purwakarta Diprediksi Bakal Bertambah

Untuk kebutuhan air lainya seperti air minum, Ami yang juga memiliki pesantren itu mengaku memenuhi kebutuhan tersebut dengan membeli air kemasan galon.

Diketahui ribuan warga Desa Maracang melaksanakan Salat Istisqa di sebuah lahan persawahan dalam rangka meminta turunya hujan kepada Allah SWT pada Jumat (19/10 /2018).

Tak hanya warga desa Maracang saja yang melaksanakan Salat Istisqa. Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jabar juga menggelar ibadah serupa di Lapangan Gasibu, Selasa (16/10/2018).

Salat tersebut dilaksanakan dalam rangka meminta datangnya hujan untuk mengakhiri kekeringan di sejumlah wilayah di Provinsi Jabar.

Salat yang dimulai sekira pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin Ketua MUI Jabar, Rahmat Syafei, sebagai imam salat. Salat Istisqa tersebut diikuti oleh ribuan ASN Pemprov Jabar.

AYO BACA : Dampak Musim Kemarau Mulai Terasa di Purwakarta

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600