Kemarau Panjang, Warga Gandasoli Terpaksa Beli Air
Oleh Arditya Pramono, pada Oct 22, 2018 | 15:31 WIB
Kemarau Panjang, Warga Gandasoli Terpaksa Beli Air
Karena kekeringan, warga Kampung Gandasoli, Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta terpaksa membeli air. (Arditya Pramono/ayopurwakarta)

BABAKANCIKAO, AYOPURWAKARTA.COM--Sejumlah warga Kampung Gandasoli, Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta terpaksa harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah seorang warga, Nurcahya (30) mengaku telah membeli air sejak kekeringan melanda kampungnya enam bulan yang lalu. 

Dia mengaku curah hujan yang sesekali turun dalam jangka waktu enam bulan itu, membuat sumur dan sungai di sekitar kampungnya mengering. 

"Sudah sekitar enam bulan lalu sering beli air. Seminggu dua kali," jelasnya pada Senin (22/10/2018). 

Menurutnya, dia membeli dua toren air sebanyak 2 ribu liter untuk kebutuhan mandi, mencuci pakaian dan lainya yang cukup untuk waktu satu minggu. 

"Satu toren sekitar 1.000 liter harganya Rp 15.000," ungkapnya. 

Dijelaskan, kadang dia bersama warga kampung juga mengambil air secara cuma-cuma dari mata air yang dikelola sebuah depot air.  

"Kadang ambil air sendiri pakai jeriken. Kalau itu mah geratis. Kuta ambil sendiri airnya lalu dibawa pulang," jelasnya. 

Selama enam bulan, lanjut Nurcahya, daerahnya belum pernah mendapatkan bantuan pengiriman air bersih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. 

Sementara itu pemilik depot air bersih,  Hj. Ade Omay mengaku memberikan secara cuma-cuma air bersih yang ditampung di jeriken warga dalam rangka menolong sesama. 

"Kalau yang toren memang beli. Tapi yang ditampung dijeriken itu gratis buat masyarakat setempat," jelasnya. 

 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600