Lempar Kardus dan Telur Warnai Sidang Ajudikasi Sengketa Pemilu
Oleh Arditya Pramono, pada Nov 07, 2018 | 22:49 WIB
Lempar Kardus dan Telur Warnai Sidang Ajudikasi Sengketa Pemilu
(Attia/Ayobandung.com)

PURWAKARTA,AYOPURWAKARTA.COM--Sidang Ajudikasi persengketaan pemilu antara pihak pemohon PKB dengan pihak termohon KPUD Purwakarta di Kantor Bawaslu Purwakarta diwarnai aksi lempar kardus dan telur, Rabu (7/11/2018).

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan sejumlah simpatisan PKB atas putusan Bawaslu yang menolak permohonan terkait pencoretan salah satu calegnya oleh KPU.
  
Kuasa Hukum PKB dari Lembaga Hukum dan HAM PKB Jabar, Hendriyatna mengatakan Bawaslu bertindak tidak adil karena tidak mempertimbangkan segala aspek terkait putusan. 

AYO BACA : Caleg dan Parpol Dilarang Politisasi Anggaran

"Bawaslu seharusnya mempertimbangkan dari sisi yuridis, filosofis, dan sosiologis. Ini hanya berkutat di sisi administrasi saja," jelasnya.

Ia juga menyayangkan majelis ajudikasi yang saklek menolak permohonan pihaknya. "Ini jadi preseden buruk. Kenapa Bawaslu tidak memberikan kesempatan kepada caleg kami. Persoalan nanti terpilih atau tidaknya ya silahkan masyarakat yang nanti menilai," katanya.

AYO BACA : Bawaslu Purwakarta Temukan Ribuan DPT Ganda Pemilu 2019

Terkait langkah hukum selanjutnya, Hendriyatna mengaku pihaknya akan terlebih dahulu membahasnya dengan pimpinan partai. "Yang pasti atas putusan Bawaslu ini kami sangat kecewa," katanya.

Ditemui terpisah, Kuasa Hukum KPU H Dadang Supriyadi mengatakan, sidang ajudikasi ini dilaksanakan secara terbuka dimana amar putusan adalah menolak seluruh permohonan pemohon.

"Kami meyakini benar putusan Bawaslu berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti di persidangan. Pun halnya saya pribadi menyimak putusan itu semua berdasarkan fakta dan bukti," ucapnya.

Dirinya menambahkan, putusan Bawaslu itu mengikat dan final dimana pihak KPUD Purwakarta pada prinsipnya akan melaksanakan dan menaati apa putusan Bawaslu tersebut.

"Kami juga berharap semua pihak yang berkepentingan dapat menghormati apa yang menjadi keputusan Bawaslu, karena pada dasarnya Bawaslu menjunjung tinggi azas kejujuran," katanya.

AYO BACA : Bawaslu Kembali Temukan 1.364 Data Pemilih Ganda

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600