Penurunan Pola Hidup Sehat, Tiga Penyakit Ini Ancam Warga Purwakarta
Oleh Arditya Pramono, pada Nov 13, 2018 | 11:04 WIB
Penurunan Pola Hidup Sehat, Tiga Penyakit Ini Ancam Warga Purwakarta
Ilustrasi.

PURWAKARTA,AYOPURWAKARTA.COM--Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Nurhidayat mengatakan ada tiga jenis penyakit cukup berat yang yang diidap oleh rata-rata warga Purwakarta .

Ketiga penyakit tersebut adalah penyakit jantung, hipertensi dan diabetes militus.

Menurut Nurhidayat, salah satu faktor penyebab munculnya tiga penyakit tersebut karena penurunan pola hidup sehat. 

"Warga di Purwakarta mulai malas bergerak atau olahraga. Serta, pengelolaan stresnya yang tidak baik," kata Nurhidayat pada Selasa (13/11/2018). 

Lebih lanjut ia menjelaskan kesadaran masyarakat yang menurun soal pola hidup sehat tersebut membuat tren penyakit masyarakat Purwakarta mengalami perubahan selama kurun waktu 20 tahun terakhir.

"Padahal sebelumnya, masyarakat Purwakarta banyak mengidap penyakit yang menular tuberkulosis (TBC).Saat ini justru sebaliknya banyak yang terserang penyakit tak menular," katanya. 

Parahnya lagi, Nurhidayat mengatakan tiga penyakit tersebut  sangat berpengaruh pada kualitas dan produktivitas hidup seseorang, termasuk dalam hal keuangan.

"Salah satunya, jika kita punya penyakit diabetes melitus setiap bulan harus cek kesehatan ke dokter. Belum lagi ada obat yang harus dibeli. Dengan begitu, biayanya akan tinggi," ujarnya. 

Nurhidayat menjelaskan berdasarkan catatan instansinya, warga dengan penyakit diabetes militus (DM) mencapai 2,5 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan, dengan penyakit hipertensi sekitar 5 persen.

"Jika dalam bentuk jumlah keseluruhan, setidaknya ada sekitar 25 ribu jiwa yang memiliki penyakit DM. Serta yang mengidap hipertensi mencapai sekitar 50 ribu jiwa, dari seluruh warga Purwakarta yang mencapai satu juta jiwa," jelasnya. 

Sementara itu, Nurhidayat mengajak masyarakat Purwakarta untuk giat melakukan pola hidup sehat. 

"Jaga pola asupan makan yang baik dan perbanyak akrivitas atau olahraga," katanya. 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600