Ribuan Anak Purwakarta Alami Stunting
Oleh Arditya Pramono, pada Nov 13, 2018 | 19:27 WIB
Ribuan Anak Purwakarta Alami Stunting
(Ilustrasi Pixabay)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta mendata ada sekitarĀ 6.192 anak yang mengalami stunting.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Ine Hermina, menyebut, kasus anak dengan stunting terbilang cukup tinggi. Meskipun, bila dipersentasekan jumlahnya mencapai 7,2% dari jumlah anak di Purwakarta yang banyaknya mencapai 86 ribu, kurang dari 10%.

AYO BACA : Ini Tantangan Mendidik Anak Zaman Now

\"Penyebab utama anak dengan kondisi tersebut karena kurangnya asupan gizi ketika si anak masih dalam kandungan,\" jelasnya pada Selasa (13/11/2018).

Ine menjelaskan, ciri-ciri stunting pada anak mulai bisa terlihat saat mereka berusia kurang dari dua tahun. \"Ciri-cirinya bisa terlihat jelas. Anak dengan stunting akan terlihat lebih pendek atau kerdil dengan teman seusianya. Dampaknya, anak tersebut tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan normal. Serta, mudah sakit. Bahkan, yang paling parahnya, fungsi otaknya tidak bisa optimal,\" jelasnya.

AYO BACA : Penurunan Pola Hidup Sehat, Tiga Penyakit Ini Ancam Warga Purwakarta

Karena hal tersebut, menurut Ine si anak pengidap stunting saat dewasa baik fisik maupun pemikiran tidak bisa bersaing dengan anak yang pertumbuhan fisiknya normal. \"Sebab, anak dengan stunting daya ingatnya kurang,\" jelasnya.

Sementara itu, Ine menghimbau kepada masyarakat, terutama kaum perempuan supaya sejak dini memersiapkan diri untuk menjadi seorang ibu. Ia mencontohkan, pasangan pengantin baru harus merencanakan dengan baik ketika ingin memiliki anak.

\"Jika sudah direncanakan, maka asupan gizi ataupun perkembangan janin akan terus dipantau. Sebab, salah satu penyebab stunting ini karena kurangnya asupan gizi, saat anak masih didalam kandungan,\" katanya.

Ine juga mengimbau agar calon ibu yang sedang hamil sering memeriksa kesehatan diri dan bayinya ke posyandu atau puskesmas. \"Minimal harus sering periksa kehamilannya,\" katanya.

AYO BACA : KLB Difteri Purwakarta Belum Dicabut

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600